Senin, 14 September 2009

Penyakit Kalbu

Hati atau kalbu kita sebagaimana tubuh kita juga dapat mengalami sakit, namun banyak diantara kita yang sedang mengidap penyakit hati kadang tidak menyadari bahwa dirinya telah terjangkiti oleh penyakit ini. Padahal penyakit hati ini bisa jadi justru memiliki pengaruh yang lebih destruktif dibandingkan penyakit fisik. Penyakit hati juga dapat berdampak pada fisik. Jadi bisa dipastikan orang yang mengidap penyakit hati tidak akan pernah menggapai kebahagiaan yang hakiki, baik di dunia maupun di akhirat.

Lantas seperti apa saja penyakit hati atau kalbu itu?

Allah S.W.T. dalam Al-Quran menjelaskan ciri-ciri orang yang menderita penyakit hati, yaitu :
“Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan, maka mereka girang karenanya.” (QS. Ali Imran : 120).

Penyakit hati atau kalbu menurut para ulama antara lain adalah sifat iri hati, dengki, dendam, angkuh, egois, emosional, tamak, buruk sangka, dan suka bergunjing. Orang yang hati atau kalbunya sakit akan menjadi susah melihat orang lain senang dan senang melihat orang lain susah.

Orang yang sedang mengidap penyakit kalbu tidak akan rela melihat kelebihan atau prestasi orang lain. Apabila ada seseorang yang memiliki kelebihan atau prestasi yang lebih baik darinya, maka dia akan sibuk mencari-cari kesalahan dan kekurangan orang itu, menyudutkannya, bahkan kalau perlu melakukan fitnah yang keji terhadapnya. Ketika orang itu terkena dampak buruk dari fitnahnya, maka dia akan senang dan puas atas perbuatan buruknya itu.

Penyakit iri hati, dengki dan dendam ini membuat kita kehilangan perasaan tentram. Orang yang iri hati tidak bisa menikmati kehidupan yang normal karena hatinya tidak pernah bisa tenang sebelum melihat orang lain mengalami kesulitan. Dia akan melakukan berbagai hal untuk memuaskan rasa iri hatinya. Bila dia gagal, dia akan menjadi frustrasi yang tentunya akan menimbulkan gangguan psikologis. Gangguan psikologis itu akan berpengaruh pada kesehatan fisik, dia akan menjadi stres berkepanjangan.

Berdasarkan penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ahli jiwa, ditemukan bahwa orang-orang yang stres berkepanjangan akan mengalami gangguan pada sistem immune atau sistem kekebalan dalam tubuhnya, akibatnya orang yang banyak mengalami stres cenderung gampang sekali terkena penyakit.

Hal tersebut sangat sesuai dengan sabda Rasulullah S.A.W. berikut ini :
“Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya, dan apabila ia jelek, maka jeleklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Allah sangat melarang kita untuk mempunyai sifat iri hati sebagaimana firman-Nya dalam Al-Quran :
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. Bagi seorang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.” (An-Nisa: 32).

Rasulullah Muhammad S.A.W. juga pernah bersabda :
“Jauhilah olehmu sekalian sifat dengki, karena dengki itu memakan segala kebaikan seperti api melalap kayu bakar.” (HR. Abu Dawud).

Khalifah Ali bin Abi Thalib R.A. juga pernah berkata bahwa tidak ada orang zalim yang menzalimi orang lain sekaligus menzalimi dirinya sendiri, selain orang yang dengki atau iri hati.

Kini jelaslah sudah betapa buruknya penyakit hati atau kalbu ini. Segala pahala kebaikan kita dapat hilang begitu saja hanya karena sifat dengki. Setelah kita menyadari penyakit yang ada di dalam hati atau kalbu kita, maka langkah berikutnya adalah mengobati penyakit itu. Obat atau terapi yang paling mujarab tentu adalah berpuasa, selain berpuasa di bulan Ramadan, kita dapat berpuasa sunnah sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah. Dengan berpuasa, kita akan mampu mengendalikan hawa nafsu kita, bukan hanya nafsu makan dan minum, akan tetapi juga nafsu amarah, nafsu akan harta, nafsu seks, nafsu jabatan, dan lain sebagainya.

Obat lainnya adalah tidak banyak bicara, terutama untuk hal-hal yang tidak perlu dan bergaul hanya dengan orang-orang yang sehat kalbunya, sebisa mungkin kita membatasi pergaulan kita dari orang-orang yang menderita penyakit hati agar kita tidak tertular. Satu lagi terapi yang paling mujarab tentunya adalah senantiasa memandang hidup ini dengan positif, bahwa sesungguhnya manusia tidak ada yang sempurna dan setiap orang diberikan kelebihan dan kekurangannya masing-masing, maka semestinya kita saling tolong-menolong dan melengkapi.

Dengan senantiasa berpikir positif, maka kita akan memandang orang lain yang mempunyai banyak kelebihan ketimbang kita, bukan lagi sebagai saingan atau musuh yang harus disingkirkan, akan tetapi sebagai teman yang dapat kita ajak untuk bekerja sama untuk kebaikan dan saling melengkapi kekurangan masing-masing. Dengan selalu berpikir positif, diharapkan kita akan dapat menjadi manusia yang sehat jasmani dan rohani karena dalam jiwa yang sehat terdapat tubuh yang kuat. Semua itu pada akhirnya akan membentuk kita menjadi manusia yang selalu rendah hati, sabar, ikhlas menerima kelebihan orang lain, hidup sederhana, optimis, dan bertawakkal. Semua hal-hal yang baik itu akan menjadi bekal buat kita di akhirat kelak ketika kita menghadap-Nya, Tuhan semesta alam. InsyaAllah.

Senin, 31 Agustus 2009

Happy Birthday Malaysia

Hari ini tepatnya tanggal 31 Agustus 2009, Negeri jiran kita Malaysia merayakan Hari Ulang Tahunnya yang ke-52. Negeri serumpun kita yang waktu itu masih bernama Malaya memperoleh kemerdekaan dari Kerajaan Inggris Raya pada tanggal 31 Agustus 1957. Mereka tentu bersuka cita menyambutnya, sebagaimana kita merayakan Hari Kemerdekaan kita pada tanggal 17 Agustus 2009 yang baru lalu.

Akhir-akhir ini Malaysia menjadi polemik yang hangat di Indonesia, sentimen anti Malaysia merebak dimana-mana, banyak orang Indonesia yang menghujat negeri jiran ini. Malaysia dianggap telah mencuri budaya Indonesia . Masyarakat beramai-ramai berunjuk rasa di depan Kedutaan Besar Malaysia , bahkan ada yang sampai membakar replika bendera Malaysia . Di facebook pun sempat marak grup-grup Ganyang Malaysia. Semua ini terkait dengan tindakan dari sebagian oknum penduduk Malaysia , maupun elemen pemerintah Negara kerajaan itu. Topik yang paling hangat tentunya adalah ditampilkannya tari pendet dan wayang dalam iklan Visit Malaysia, disusul dengan temuan bahwa lagu kebangsaan Malaysia, Negaraku, diduga adalah jiplakan dari lagu Terang Bulan yang rekamannya saat ini masih disimpan di Lokananta Records di Solo. Hal tersebut hanya kelanjutan dari sekian banyak kontroversi yang dilakukan oleh Malaysia . Sebelumnya mereka juga telah menggunakan lagu Rasa Sayange sebagai suara latar iklan Visit Malaysia, menggunakan lagu Indang Bariang dalam suara latar festival tari di Osaka, Jepang, mereka juga mengklaim Barongan yang sangat mirip dengan Reog Ponorogo, batik, angklung, dan keris sebagai budaya asli Malaysia.

Semua polemik dan hujatan orang Indonesia atas klaim budaya oleh Malaysia itu, sesungguhnya merupakan akumulasi dari kemarahan rakyat Indonesia atas pencaplokan pulau Sipadan dan Ligitan oleh Malaysia, aksi provokasi kapal perang Malaysia di Blok Ambalat, dan prilaku buruk sebagian warga Malaysia terhadap tenaga kerja kita.

Lantas, benarkah semua itu sengaja dilakukan oleh Pemerintah dan rakyat Malaysia ? Kita mulai dari kasus tari pendet dan wayang. Setelah ditelusuri, ternyata iklan Visit Malaysia yang menampilkan tari pendet dan wayang bukan dibuat oleh Pemerintah Malaysia, namun dibuat oleh Discovery Channel yang berkedudukan di Singapura atas pesanan dari Enigmatic, pihak swasta di Malaysia. Pihak Discovery Channel pun telah meminta maaf dan tidak menayangkannya lagi.

Kemudian mengenai lagu Rasa Sayange, lagu Indang Bariang, barongan, batik, angklung, dan keris yang pernah mereka klaim sebagai budaya asli Malaysia, hendaknya kita tanggapi secara bijak. Menurut mereka, kenyataannya lagu-lagu, batik, barongan, angklung, dan keris memang telah puluhan bahkan ratusan tahun menjadi budaya yang dikenal secara turun-temurun di Malaysia . Sebagaimana yang kita ketahui bersama, Indonesia dan Malaysia adalah negeri serumpun, bahkan kedua negara ini bisa dikatakan merupakan saudara sedarah, dalam pengertian etnis, bahasa, dan agama mayoritas di kedua negara ini sama. Bahkan kalau mau disensus, saya meyakini sebagian besar penduduk Malaysia yang melayu itu mempunyai hubungan historis yang tidak bisa terpisahkan dengan penduduk Indonesia , entah itu karena keturunan maupun perkawinan.

Apabila ditelusuri sejarahnya lebih jauh lagi, Provinsi Riau di Indonesia dan Semenanjung Malaya yang sekarang adalah Malaysia Bagian Barat dahulunya merupakan satu kesatuan Negara dalam Pemerintahan Kesultanan Riau hingga abad ke 18. Perpisahan Kesultanan Riau menjadi terbelah dua antara Riau di pulau Sumatera dengan Semenanjung Malaya lebih disebabkan oleh geopolitik. Perjanjian antara Pemerintah Kolonial Belanda dan Inggris membelah daerah ini. Belanda menguasai bagian selatan (Riau Sumatera) dan Inggris menguasai bagian utara (Semenanjung Malaya). Oleh karenanya tidak heran apabila hingga kini penduduk di Provinsi Riau dan Malaysia memiliki kesamaan etnis, bahasa, dan agama. Bahkan ternyata bukan hanya penduduk etnis Melayu di Riau saja yang memiliki hubungan historis dengan Malaysia, penduduk Indonesia dari daerah lainnya pun banyak yang merantau dan telah beranak-pinak sejak puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu. Buktinya bisa kita temukan hingga kini di Malaysia terdapat beberapa daerah yang menggunakan nama etnis terbesar di Indonesia , seperti kampong Jawa dan kampong Bugis. Bahkan Perdana Menteri Malaysia yang sekarang, Mohammad Najib Tun Abdul Razak masih keturunan bangsawan Bugis-Makassar dari Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia . Jadi tidak salah kiranya apabila orang Malaysia keturunan Indonesia menganggap lagu-lagu, batik, barongan, angklung, dan keris adalah budaya asli mereka karena kenyataannya budaya tersebut adalah warisan budaya dari nenek moyang mereka.

Adapun mengenai dugaan bahwa lagu kebangsaan Malaysia , Negaraku adalah jiplakan dari lagu Terang Bulan. Setelah ditelusuri ternyata lagu Negaraku merupakan lagu yang diadaptasi dari lagu yang berjudul La Rosalie, yang digubah oleh Pierre-Jean de Béranger, seorang musisi berkebangsaan Prancis pada akhir abad ke-19 di wilayah jajahan Prancis, pulau Mahé di Seychelles, di samudera Hindia. Pada tahun 1888, lagu tersebut digunakan sebagai lagu kebangsaan negara bagian Perak di Malaysia yang diberi judul Allah Lanjutkan Usia Sultan selama masa pendudukan Raja Edward VII. Sementara di Indonesia sendiri, nada yang sama kemudian diperkenalkan oleh opera Indonesian Bangsawan yang sedang mengadakan pementasan di Singapura pada tahun 1920, syairnya diubah dan kemudian diberi judul Terang Bulan. Lagu tersebut kemudian populer di Indonesia , terutama di daerah Riau. Setelah Malaysia memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1957, lagu Allah Lanjutkan Usia Sultan tersebut kemudian diadaptasi sebagai lagu kebangsaan negara Malaysia dengan judul Negaraku. Presiden Soekarno konon pada waktu itu pernah melarang lagu Terang Bulan dinyanyikan lagi karena lagu dengan nada yang sama telah dijadikan lagu kebangsaan oleh Malaysia.

Jelaslah sudah Indonesia dan Malaysia adalah saudara kandung. Sebagaimana kita ketahui sejak dulu hingga sekarang cukup banyak pelajar atau mahasiwa Malaysia yang mengenyam pendidikan di Indonesia, dahulu Indonesia juga banyak mengirim bantuan tenaga pengajar dan para ahli dari berbagai bidang ke Malaysia. Meski produk domestik bruto (PDB) Indonesia saat ini mencapai US$ 514 miliar, sedangkan Malaysia hanya US$ 194 miliar, namun harus diakui kini penduduk Malaysia lebih makmur dibandingkan saudara tuanya, Indonesia. Indikasinya bisa dilihat dari pendapatan kotor per kapita (GNP) Malaysia yang mencapai US$ 13.740 per tahun, bandingkan dengan Indonesia yang hanya sebesar US$ 3.830 per tahun. Malaysia yang kekurangan tenaga kerja, sebagian besar tenaga kerjanya didatangkan dari Indonesia . Pusat Pemerintahan Malaysia yang megah di Putrajaya dibangun dengan menggunakan ribuan tenaga kerja dari Indonesia . Malaysia memperoleh tenaga kerja, sedangkan Indonesia memperoleh lapangan kerja. Kedua Negara pada hakikatnya saling membutuhkan.

Dengan demikian, terlalu berlebihan kiranya apabila setiap masalah, sengketa maupun konflik harus diselesaikan dengan cara-cara kekerasan atau konfrontasi, alangkah eloknya apabila semua itu diselesaikan oleh kedua belah pihak di meja perundingan dengan prinsip kesetaraan, persaudaraan, dan saling menghormati. Semoga.


Sabtu, 18 Juli 2009

Indonesia Under Attack

Di pagi itu, Hari Jumat, tanggal 17 Juli 2009, suasana pagi di Ibukota Jakarta cukup cerah. Ketika sebagian besar penduduk Ibukota yang padat itu baru saja memulai aktivitasnya, dua ledakan bom menghentakkan warga Jakarta di dua tempat yang berbeda namun dalam waktu yang tidak terpaut jauh, di Hotel JW Marriot dan Hotel Ritz Carlton, dua hotel bintang lima di kawasan elit Mega Kuningan, Jakarta. Ledakan bom itu mengakibatkan 8 orang tewas, dan 53 orang mengalami luka-luka.

Untuk yang kesekian kalinya, Bangsa Indonesia kembali menjadi korban terorisme. Untuk yang kesekian kalinya pula aparat keamanan dan intelijen negara kita kecolongan. Terorisme kembali terjadi. Untuk tujuan tertentu, terorisme kembali harus merenggut korban orang-orang yang tidak berdosa. Bisa jadi diantara korban terdapat keluarga, tetangga, atau teman pelaku teroris itu sendiri.

Sebagaimana yang telah kita pahami, terorisme adalah kejahatan kemanusiaan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, terorisme adalah penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan. Sedangkan menurut Kamus Webster, terorisme adalah the use of force or threats to demoralize, intimidate, and subjugate. Tujuan dari terorisme adalah menimbulkan kekacauan, ancaman, dan ketakutan yang massif atau meluas ke seluruh penduduk di suatu tempat, kota, negara, bahkan dunia.

Sebagaimana yang telah kita pahami pula, terorisme atas nama apapun dan untuk tujuan apapun adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak dibenarkan oleh hukum positif maupun ajaran agama. Dalam keyakinan agama yang saya anut Islam, tidak ada satupun ayat dalam Al-Quran dan hadist yang menganjurkan dan membenarkan tindakan terorisme, apalagi terhadap rakyat sipil yang tidak bersenjata. Demikian pula dalam alkitab Injil yang pernah saya baca, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, tidak ada satu pun ayat yang mendukung tindakan terorisme itu. Bahkan dalam ajaran agama lainnya pun saya yakin tidak ada pembenaran apalagi anjuran untuk melakukan terorisme. Oleh karenanya bisa saya pastikan bahwa pelaku terorisme itu adalah orang yang tidak beragama dan tidak percaya bahwa ada Tuhan yang akan membalas perbuatan jahat mereka kelak di kemudian hari. Kalaupun dia mengaku beragama, maka bisa dipastikan dia adalah orang yang belum memahami dengan baik agama yang dianutnya.

Dalam ajaran Islam yang saya anut, memang terdapat istilah jihad yang membolehkan umatnya untuk berperang dalam membela agamanya, namun di situ juga terdapat larangan yang sangat keras untuk melakukan kekerasan terhadap warga sipil yang tidak bersenjata, apalagi anak-anak dan perempuan. Adapun tindakan terorisme tidak membedakan mana musuh yang bersenjata, sipil yang tidak bersenjata, anak-anak dan perempuan, semua halal untuk dijadikan korban. Sehingga bisa simpulkan terorisme tidak dapat dianggap sebagai jihad tetapi pembunuhan yang sangat dilaknat dalam ajaran Islam.

Harapan kita sekarang tentuanya adalah agar aparat keamanan kita dapat segera mengungkap siapa pelaku terorisme itu, menangkap para pelaku termasuk dalangnya, mengadili, dan memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan undang-undang yang berlaku. Untuk ke depannya, tentu diharapkan aparat keamanan, termasuk intelijen dan kita semua untuk tidak lengah lagi. Sudah menjadi kebiasaan aparat keamanan kita, ketika terjadi peledakan bom maka semua akan berlomba-lomba memperketat keamanan di wilayahnya masing-masing, namun tidak lama kemudian kewaspadaan akan melemah kembali, hingga muncul kejadian baru lagi, begitu seterusnya. Padahal bukankah akan lebih bermanfaat apabila kewaspadaan tetap terjaga. Ibarat kata, akan lebih efisien mencegah daripada mengobati. Harapan kita buat pemerintah kita yang sekarang maupun yang akan datang untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi akar atau sebab dari tindakan terorisme ini, yaitu kemiskinan, ketimpangan sosial, dan demoralisasi. Semoga.



Rabu, 08 Juli 2009

Ironi King of Pop

Kemarin, tepatnya Hari Selasa, tanggal 7 Juli 2009, The King of Pop, Michael Joseph Jackson atau yang akrab dipanggil Jacko, akhirnya dimakamkan di Forest Lawn tanpa disertai otaknya yang masih dalam penyelidikan petugas forensik. Sebelumnya, keluarga dan penggemarnya memberikan penghormatan terakhir padanya di Staples Center, Los Angeles, Amerika Serikat (AS). Seperti yang telah direncanakan sebelumnya, seremoni penghormatan terakhir untuk Sang Superstar itu berlangsung penuh khidmat namun meriah. Selain dihadiri oleh semua anggota keluarga besarnya, para sahabatnya juga hadir untuk memberikan sambutan dan menyanyikan lagu-lagu The King of Pop itu. Acara dimulai dengan penyambutan kedatangan peti jenazah yang diiringi oleh himne We are Going to See the King yang dibawakan oleh Andrea Crouch Choir. Usai prosesi tersebut, Pastor Lucius Smith menyampaikan kata-kata perpisahan dan doa. Mariah Carey dan Trey Lorenz lalu menyanyikan lagu I’ll be there, lalu Lionel Richie, Stevie Wonder, John Mayer, hingga Usher. Sang kakak, Jermaine Friday Jackson juga tampil menyanyikan lagu Smile untuknya. Brooke Shield, Queen Latifah, pebasket NBA Kobe Bryant dan Magic Johnson juga menceritakan pengalaman mereka bersama Jacko semasa hidupnya. Upacara penghormatan bagi Jackson ditutup dengan Keluarga Jackson yang menyampaikan terima kasih kepada publik dan selamat jalan bagi Jacko, namun dari semua itu, yang paling memilukan tentu adalah ucapan tulus dari putri Jacko, Paris Katherine yang berusaha tetap tegar ketika mengatakan, "saya hanya ingin mengatakan, sejak saya lahir, Daddy adalah ayah yang terbaik seperti yang bisa kalian bayangkan... Dan saya ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya..." anak gadis yang baru berusia 11 tahun itu akhirnya tidak dapat melanjutkan ucapannya karena tidak kuasa membendung air mata, dia lalu terisak dalam pelukan bibinya, Janet Jackson.

Begitulah Michael Jackson. Dia adalah fenomenon di abad ini, hingga kematiannya pun dirayakan secara meriah layaknya konser musik. Bayangkan, upacara penghormatan terakhir untuknya di Gedung Staples Center yang diperkirakan menelan biaya sekitar 40 miliar rupiah itu dipadati oleh sekitar 20 ribu orang, termasuk diantaranya sekitar 8.750 penggemarnya yang memperoleh tiket gratis untuk hadir di acara itu dari sekitar 1,6 juta orang yang mendaftar. Sementara itu, 6.500 orang lainnnya mendapat tempat di Nokia Center, dekat Staples Center. Itu belum termasuk sekitar 500 ribu orang penggemarnya yang berada di luar gedung. Upacara kematiannya yang dihadiri langsung oleh sekitar 500 ribu orang serta disiarkan dan disaksikan oleh lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia itu telah melampaui rekor upacara kematian Lady Diana, Elvis Presley, John Lennon, maupun John F. Kennedy sekalipun.

Pantaskah semua itu? Tentu tergantung dari perspektif mana kita menilainya. Apabila dari perspektif dunia musik dan hiburan, maka penghargaan itu jelas sangat pantas. Dia adalah superstar yang hingga saat, bahkan mungkin abad ini, belum ada tandingannya. Salah satu indikasinya adalah rekor penjualan albumnya Thriller yang mencapai 104 juta copy, hingga saat ini masih tercatat di Guiness Book World of Records sebagai album terlaris sepanjang masa. Dia juga telah memenangkan 13 Grammy Awards dan 13 single-nya pernah menjadi nomor satu di AS, bahkan sepanjang 45 tahun karirnya di dunia musik, dia telah menjual lebih dari 750 juta kopi album, serta sederet penghargaan lainnya di dunia musik dan entertainment. Satu hal lagi yang membuatnya pantas untuk mendapat penghargaan yang tinggi adalah lagu-lagu ciptaannya yang selalu menjadi fenomenal karena lirik lagunya yang tidak sekedar tentang cinta dan nafsu, tapi juga lirik-lirik lagu yang humanis dan peduli pada kelestarian alam, kesetaraan, dan perdamaian dunia, seperti misalnya lagu fenomenalnya, We are The World yang dia ciptakan bersama Lionel Richie dan kemudian dinyanyikan bersama dengan 45 orang penyanyi. Lagu tersebut didedikasikan untuk penggalangan dana bagi korban kelaparan di Afrika. Lalu lagu Black or White yang mengajak kepada persatuan umat manusia tanpa membeda-bedakan ras dan warna kulit, lalu juga tentunya adalah lagu Heal The World yang liriknya mengajak kepada perdamaian dunia, dan masih banyak lagi. Dia juga menciptakan tarian robot dan moonwalker yang menjadi ciri khasnya dan ditiru banyak orang.

Sebagai manusia biasa, Jacko tentu mempunyai kekurangan yang sering menuai kontroversi. Sikap keras ayahnya dalam mendidik dia ketika kecil, secara psikologis tentu berpengaruh pada dirinya hingga dewasa. Meski mempunyai banyak teman dekat, Jacko sesungguhnya adalah pribadi yang rapuh, sensitif, introvert, kurang percaya diri, dan mudah mengalami depresi. Dengan karakter yang seperti itu, sepanjang hidupnya dia tidak pernah lepas dari berbagai masalah, mulai dari kebiasaannya melakukan operasi plastik di wajah, hidupnya yang sangat tertutup dari publik, proteksi berlebihan terhadap anak-anaknya, perceraiannya dengan Liza Marie Presley dan Debbie Rowe, hingga kasus tuduhan pelecehan seksual kepada anak-anak.

Namun yang pasti, Jacko telah meninggal dalam usia 50 tahun menjelang konser comeback-nya. Sang Superstar pergi meninggalkan nama besarnya, popularitasnya, meninggalkan tiga orang anak, Prince Michael I, Paris Katherine, dan Prince Michael II atau Blanket. Dia juga meninggalkan utang sebesar 5 triliun rupiah, kekayaan sekitar 10 triliun rupiah, dan tentunya royalti atas lagu-lagunya serta asesoris peninggalannya yang nilainya akan terus meningkat seiring dengan sosoknya yang melegenda. Kontroversi tentang dirinya pun ternyata tidak berakhir seiring dengan kematiannya. Dia masih meninggalkan banyak kontroversi, seperti penyebab kematiannya yang mendadak dan belum terungkap dengan jelas, prosesi dan tempat pemakamannya yang masih dirahasiakan oleh keluarganya, lalu hak pengasuhan atas ketiga anaknya yang dalam surat wasiatnya dia berikan kepada ibunya, Katherina Jackson, dan penyanyi idolanya, Diana Ross sebagai cadangan apabila sang ibu tidak mampu, sementara mantan istri keduanya Debbie Rowe yang merupakan ibu kandung dari Prince Michael I dan Paris Katherine tidak memperoleh hak pengasuhan, lalu ibu kandung Prince Michael II atau Blanket yang tidak diketahui jati dirinya, hingga kejelasan mengenai agama yang dianutnya, setelah dia diberitakan masuk Islam tahun lalu, serta doa dari kakaknya yang muslim, Haji Jermaine Friday Jackson, yang dipanjatkan secara Islam ketika mengumumkan kematiannya sepekan lalu, serta tentunya adalah ungkapan sinis dari seorang politisi AS yang menyebutnya sebagai Pedofilia dan murtad.

Namun apapun kata mereka, Jacko tetaplah Superstar dan akan tetap dikenang oleh para penggemarnya, termasuk saya, sebagai Superstar. Goodbye, Jacko, rest in peace, see you in heaven.

Minggu, 05 Juli 2009

Pemilihan Presiden

Dua hari lagi, tepatnya pada tanggal 8 Juli 2009, kita akan melakukan pemilihan umum Presiden Republik Indonesia (Pilpres). Seorang Presiden adalah pemimpin bagi rakyat di negara yang dipimpinnya. Setiap pemimpin tentu mempunyai tugas dan tanggung jawab terhadap bangsa dan negara yang dipimpinnya. Baik-buruknya, maju-mundurnya bangsa dan negara tanggung jawab Presiden selaku kepala negara maupun kepala pemerintahan. Itulah sebabnya kita disarankan untuk berhati-hati dan mempertimbangkan banyak hal agar tidak salah dalam memilih presiden, karena presiden yang kita pilih nanti akan memimpin negeri ini selama lima tahun ke depan. Oleh karenanya seorang presiden minimal harus memenuhi syarat-syarat pokok seorang pemimpin yang baik, seperti mempunyai kapabilitas, pengetahuan yang memadai, jujur, dan amanah.

Ada tiga pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) yang akan menjadi kontestan dalam pilpres kali ini, yaitu pasangan Megawati Soekarno Putri dan Prabowo Subianto (Mega-Pro), pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Boediono (SBY-Boediono), dan pasangan Muhammad Jusuf Kalla dan Wiranto (JK-Win). Sebagai manusia, ketiga pasangan tersebut tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, tinggal bagaimana kita menyikapinya dan menentukan pilihan yang mana yang paling mendekati syarat ideal pemimpin bangsa Indonesia.

Kita mulai dengan nomor urut 1, yaitu pasangan Mega-Pro, dengan slogannya: pro rakyat. Kelebihan dari pasangan ini yang patut diacungi jempol ada pada program-program ekonomi kerakyatannya yang sangat berpihak pada rakyat kecil. Mereka bahkan berani untuk melakukan kontrak-kontrak politik langsung dengan kaum petani, nelayan, buruh, pedagang pasar, dan mahasiswa. Program ekonomi kerakyatan yang mereka janjikan ini diyakini merupakan program yang paling cocok untuk rakyat Indonesia yang income perkapitanya masih rendah dan masih tingginya tingkat kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin. Bahkan ekonomi kerakyatan ini sesungguhnya sangat sesuai dengan sila kelima dari dasar negara kita, Pancasila, yaitu Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal yang menjadi kekhawatiran adalah adanya keraguan atas kesiapan tim ekonomi dan para pelaku bisnis dalam implementasi program-program ekonomi kerakyatan mereka nantinya. Suatu pekerjaan yang tidak mudah karena mereka harus melakukan revolusi sistem ekonomi dari sistem ekonomi pasar yang ada saat ini ke sistem ekonomi kerakyatan.

Pasangan berikutnya dengan nomor urut 2 adalah SBY-Boediono dengan slogan : lanjutkan. Figur SBY selaku Presiden yang masih menjabat saat ini merupakan kekuatan utama pasangan ini. Bahkan ketika Partai Demokrat secara mengejutkan memenangi pemilu legislatif kemarin, banyak orang – terutama pendukungnya – yang meyakini bahwa dipasangkan dengan siapapun, SBY akan tetap menang. Figur SBY yang kalem, santun, dan religius memang merupakan magnit buat pemilih Indonesia yang secara kultur dan psikologis lebih menyukai orang dengan karakter seperti SBY. Karakter yang sama juga melekat pada diri Boediono. Namun bukan berarti pasangan ini tanpa kelemahan. Sebagaimana yang sering diungkapkan oleh lawan-lawan politiknya, SBY dinilai terlalu berhati-hati bahkan terkesan lamban dalam mengambil keputusan, termasuk untuk hal-hal krusial yang membutuhkan kecepatan dalam pengambilan keputusan. Kelemahan lainnya ada pada track record cawapres-nya Boediono yang dikenal sebagai pengusung aliran ekonomi neoliberal, suatu aliran ekonomi yang mempertuhankan kebebasan individu, kepentingan diri (self interest), dan ekonomi pasar. Aliran yang di negeri asalnya sendiri, Amerika Serikat, sudah mulai ditinggalkan, terutama sejak krisis finansial global. Meski stigma miring tersebut telah berulang-kali dibantah oleh SBY dengan penegasan bahwa pemerintahannya nanti tidak akan menerapkan sistem ekonomi neoliberal, tidak juga sistem ekonomi komunis atau komando, tetapi ekonomi yang diistilahkannya sebagai sistem ekonomi jalan-tengah.

Pasangan berikutnya dengan nomor urut 3 adalah JK-Win dengan slogannya : lebih cepat, lebih baik. Salah satu program yang diunggulkan oleh pasangan ini adalah program MAMPU, yaitu pemberian kredit lunak kepada generasi muda lulusan SMA, SMK atau korban PHK untuk digunakan sebagai modal usaha. Kekuatan pasangan ini ada pada figur Jusuf Kalla yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Presiden dan Ketua Umum Partai Golkar. Figur mantan pengusaha ini merupakan fenomenon dalam sejarah Wakil Presiden karena perannya yang besar dalam pemerintahan dan bukan sekedar ban serep seperti yang diperankan oleh Wakil Presiden sebelumnya. Sebagai Wakil Presiden, dia dinilai lugas, sangat agresif dan berani dalam melaksanakan kebijakan-kebijakan pemerintahan dengan cepat. Hal tersebut bisa dilihat dari perannya yang besar, baik dalam eksekusi kebijakan politik maupun ekonomi, seperti aktif dan menandatangani Perdamaian Aceh di Helsinki dan keberaniannya untuk tampil pasang badan untuk mengumumkan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populer seperti kenaikan harga BBM misalnya. Dia juga mempunyai pengalaman yang banyak dalam menyelesaikan konflik-konflik lainnya di dalam negeri seperti di Poso dan Ambon. Karakternya yang cepat, lugas, dan tegas dinilai sangat dibutuhkan oleh bangsa Indonesia yang saat ini masih tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Kekuatan lainnya tentu ada pada karakter Wiranto. Mantan Panglima ABRI yang tenang dan pandai mengendalikan emosi ini dinilai merupakan pasangan yang paling pas buat JK. Namun pasangan ini juga dibayang-bayangi oleh kekhawatiran adanya conflict of interest pada bisnis anggota keluarga JK dan kroninya.

Demikianlah plus-minus ketiga kontestan capres dan cawapres kita. Selamat memilih. Mari kita memilih dengan cerdas, bukan dengan perasaan emosi, sentimen suku, ras, dan agama, atau hal negatif lainnya, tetapi semata-mata dengan semangat untuk menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Siapapun yang akhirnya nanti menjadi pemenang dan tampil menjadi pemimpin di negeri ini, terlepas dari segala kelebihan dan kekurangannya, sudah sepatutnya kita dukung dengan satu tujuan untuk keadilan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Semoga.

Sabtu, 04 Juli 2009

Toleransi

Kata toleransi tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Kata ini sudah sangat sering kita dengar, terutama apabila dikaitkan dengan istilah toleransi beragama. Toleransi dalam bahasa Inggris adalah toleration dan kata kerjanya adalah tolerate. Sedangkan dalam bahasa Arab toleransi biasa disebut dengan ikhtimal, tasamuh yang artinya sikap membiarkan, lapang dada. Samuha - yasmuhu - samhan, wasimaahan, wasamaahatan, yang artinya adalah murah hati, suka berderma (kamus Al-Munawir). Jadi toleransi beragama adalah menghargai, dengan sabar menghormati keyakinan agama atau kepercayaan orang lain atau kelompok lain.

Namun demikian, kesalahan dalam memahami arti toleransi dapat mengakibatkan talbisul haq bil bathil, artinya mencampuradukan antara yang hak dan batil, suatu sikap yang sangat terlarang dilakukan oleh seorang muslim. Misalnya menjadikan toleransi sebagai alasan untuk menikah antar beda agama, padahal itu merupakan sikap sinkretis yang dilarang dalam ajaran Islam. Disini harus kita bedakan antara sikap toleran dengan sinkretisme. Sinkretisme adalah membenarkan semua agama atau keyakinan. Hal ini sangat dilarang dalam ajaran Islam karena termasuk dalam perbuatan syirik.

Namun mungkin banyak diantara kita yang belum memahami bahwa toleransi sesungguhnya tidak hanya sebatas dalam kehidupan beragama, tetapi dapat dimaknai secara lebih luas. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, toleransi artinya adalah sifat atau sikap toleran. Adapun pengertian dari toleran adalah bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian sendiri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pengertian dari toleransi adalah sifat atau sikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian (pendapat, pandangan, kepercayaan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang berbeda atau bertentangan dengan pendirian kita sendiri. Seorang yang mempunyai sifat yang toleran tentu adalah salah satu sifat atau akhlak yang baik yang sudah semestinya menjadi panutan bagi kita semua.

Adapun ciri-ciri orang yang toleran antara lain adalah menghargai pendapat orang lain, menghargai orang lain dalam menjalankan keyakinan agama dan kepercayaannya masing-masing, menghargai keputusan orang lain, meski keputusannya berbeda dengan keinginan kita, dan seterusnya. Untuk menjadi seorang yang toleran memang sangat sulit apalagi bagi orang yang mempunyai ego yang sangat tinggi dan selalu merasa pendapatnyalah yang paling benar, padahal kebenaran mutlak itu sejatinya hanya milik Tuhan. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang toleran. InsyaAllah.

Rabu, 17 Juni 2009

Indonesia vs Malaysia

Belum lama ini dua orang teman mengundang saya untuk ikut bergabung di dua grup facebook yang berbeda nama namun dengan tema yang sama. Grup yang pertama bernama Ganyang Malaysia dan grup satunya lagi bernama We want facebook to ban Ganyang Malaysia group. Saya lalu masuk ke dalam kedua grup tersebut. Dalam grup Ganyang Malaysia bisa ditebak isinya adalah berbagai macam kritik dan hujatan terhadap Malaysia terkait dengan berbagai macam sengketa dengan Indonesia, mulai dari kasus Blok Ambalat, Sipadan-Ligitan, reog, hingga Manohara. Sedangkan dalam grup We want facebook to ban Ganyang Malaysia group, bisa ditebak juga isinya adalah komentar tandingan yang memprotes grup Ganyang Malaysia. Membaca semua itu, tentu saya sangat prihatin. Rasanya tak elok apabila media facebook yang semestinya kita manfaatkan sebagai media silaturahmi justru dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif. Hari ini, tanggal 17 Juni 2009, grup Ganyang Malaysia telah di-ban oleh facebook.

Sebagai Warga Negara Indonesia yang lahir dan hidup di tanah tumpah darah Indonesia, tentu saya sangat mencintai negeri saya ini. Saya pun tidak akan rela harga diri bangsa dan negara saya yang diproklamirkan oleh para pejuang bangsa dengan mengorbankan jiwa dan raga diinjak-injak oleh negara lain. Namun demikian tidak lantas, sikap kurang simpatik dari negeri jiran itu kita balas dengan caci-maki, apalagi sampai mengobarkan semangat perang. Bukankah perang hanya akan menyengsarakan rakyat kedua negara dan bukankah setiap masalah bisa dicarikan solusinya melalui perundingan, seperti yang tengah dilakukan oleh pemerintah kedua belah pihak.

Malaysia adalah negeri serumpun dengan kita. Faktanya Indonesia dan Malaysia adalah saudara sedarah, dalam pengertian etnis, bahasa, dan agama mayoritas kedua negara ini sama. Bahkan kalau mau disensus, saya meyakini sebagian besar penduduk Malaysia yang melayu itu mempunyai hubungan historis yang tidak bisa terpisahkan dengan penduduk Indonesia, entah itu karena keturunan maupun perkawinan. Sebagai buktinya, selain memiliki kesamaan etnis, bahasa dan agama dengan penduduk Indonesia yang ada di Sumatera dan Kalimantan, di Malaysia juga terdapat beberapa daerah yang menggunakan nama etnis terbesar di Indonesia, seperti kampong Jawa dan kampong Bugis. Pusat Pemerintahan Malaysia yang megah di Putrajaya dibangun dengan menggunakan ribuan tenaga kerja dari Indonesia. Bahkan Perdana Menteri Malaysia yang sekarang, Mohammad Najib Tun Abdul Razak adalah masih keturunan raja Gowa di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Kesimpulannya, secara kultur etnis, bahasa, dan agama, tidak ada perbedaan antara Indonesia dan Malaysia, kita hanya terpisah secara politik karena kebetulan pernah dijajah oleh dua bangsa eropa yang berbeda, Indonesia pernah dijajah oleh Belanda, sedangkan Malaysia pernah dijajah oleh Inggris. Oleh karenanya terlalu berlebihan kiranya, apabila setiap masalah, sengketa maupun konflik harus diselesaikan dengan cara-cara kekerasan, alangkah eloknya apabila semua itu diselesaikan oleh pemerintah kedua belah pihak di meja perundingan dengan prinsip kesetaraan, persaudaraan, dan saling menghormati. Semoga.

Minggu, 07 Juni 2009

Prita Mulyasari

Nama Prita Mulyasari tiba-tiba begitu populer belakangan ini. Kasus yg dialaminya tidak hanya menjadi perhatian publik di dalam negeri tapi juga sudah menyita perhatian dunia.

Kasus yg menimpa Prita memang sangat fenomenal. Bagaimana tidak, seorang yang mencurahkan perasaan kecewanya kepada temannya melalui e-mail atas pelayanan rumah sakit yg buruk terhadapnya, justru dituduh telah melakukan pencemaran nama baik, dan yang lebih luar biasa lagi, aparat hukum kita bertindak begitu agresif dengan melakukan penahanan terhadap dirinya, meski 3 minggu kemudian, atas desakan banyak orang penting, ibu dua anak yg malang itu dikeluarkan dari tahanan dan berganti status sebagai tahanan kota.

Prita dituduh telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, tepatnya dia dituduh telah melanggar Pasal 27 juncto Pasal 45 Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 310 dan 311 Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

Sangat ironis memang nasib yg dialami Prita, bisa diibaratkan sudah jatuh tertimpa tangga pula, setelah mendapat pelayanan yg buruk di rumah sakit, sekedar hanya ingin curhat, malah dimasukkan ke penjara dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Sebenarnya respon yang dilakukan oleh pihak rumah sakit tersebut adalah hal yg lumrah jika ditinjau dari aspek bisnis. Tersebarnya e-mail Prita di milis internet tentu sangat merugikan marketing mereka. Yang menjadi tidak wajar adalah respon pihak rumah sakit yang berlebihan. Keberatan pihak rumah sakit atas e-mail Prita tersebut sebenarnya cukup dilakukan dengan menggunakan Hak Jawab pihak rumah sakit, tidak perlu sampai menuntut ke pengadilan. Hal yang lebih memprihatinkan lagi adalah tindakan aparat hukum yang terkesan sangat berlebihan, hanya karena e-mail curhat itu, Prita dijerat dengan Undang-undang ITE dan Pidana.

Sebagaimana diungkapkan oleh Wakadiv. Humas Polri, Brigjen. (Pol) Sulistyo Ishak, penyidik harus bersikap netral dalam menerima laporan pencemaran nama baik, ketika polisi menerima laporan tersebut, tidak berarti polisi berpihak kepada pelapor, namun polisi juga harus menelisik apakah memang betul ada unsur pencemaran nama baik seperti yang dituduhkan, apabila tidak memenuhi unsur pidana, maka penyidikannya bisa dihentikan.

Jaksa Agung, Hendarman Supandji juga telah mengakui ketidakprofesionalan anak buahnya dan telah memerintahkan dilakukannya eksaminasi khusus, segala sesuatu yang menyangkut penanganan perkara tersebut. Bahkan menurut Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, Abdul Hakim Ritonga, jika ditemukan indikasi suap dalam kasus tersebut, maka jaksa yang menangani kasus tersebut dapat langsung masuk ke pengawasan fungsional, bahkan bisa juga dipidana. Namun kenyataannya kini, jaksa penuntut tetap melanjutkan tuntutannya dengan alasan mereka meyakini Prita memang telah melakukan pencemaran nama baik.

Kasus Prita ini jelas-jelas telah melanggar hak asasi manusia untuk mengeluarkan pendapat, perlindungan terhadap pasien, dan indikasi buruknya pelayanan kesehatan di negeri ini. Banyaknya keluhan masyarakat atas buruknya pelayanan di rumah sakit akan terus berlanjut karena pihak rumah sakit dapat berlindung di balik pasal-pasal karet tentang pencemaran nama baik, tergantung pada kepentingan pihak-pihak tertentu. Kasus ini juga akan menjadi pertaruhan kredibilitas aparat penegak hukum kita di mata internasional yang semakin buruk.

Rabu, 27 Mei 2009

Facebook Haram !

Beberapa saat yang lalu, salah seorang teman menyarankan saya untuk menulis atau menanggapi pernyataan Forum Komunikasi Pondok Pesantren Putri (FMP3) dari Pondok Pesantren se Jawa-Madura yang mengharamkan Facebook. Pernyataan tersebut, seperti biasa, tentu akan menimbulkan polemik di masyarakat.

Buat saya pribadi, hal itu tentu sangat memprihatinkan, di saat bangsa lain sudah sedemikian majunya, di negeri ini masih banyak orang yang merasa dirinya paling paham mengenai agama, begitu mudahnya mencap haram sesuatu tanpa dalil yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan, yang pada akhirnya hanya menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebagaimana yang pernah saya ungkapkan, Facebook adalah salah satu situs jaringan sosial yang menurut data yang dilansir oleh Comscore, hingga saat ini, pengguna aktifnya sudah mencapai lebih dari 130 juta orang, konon penduduk Indonesia termasuk yang paling banyak dan paling aktif. Hmm...

Banyak hal positif yang bisa diambil dari situs jaringan sosial ini. Sama halnya dengan situs jaringan sosial lainnya yang sudah lebih dulu populer, seperti Friendster dan MySpace misalnya, situs ini dapat menjadi ajang pertemuan di dunia maya, baik antara teman, bertemu teman lama, maupun berkenalan dengan teman baru. Bahkan kini Facebook tidak semata menjadi ajang pertemanan, namun telah berkembang menjadi menjadi media untuk promosi dan kampanye politik yang cukup efektif. Salah satu kesuksesan Obama dalam meraih banyak dukungan dan dana juga tidak lepas dari peran Facebook ini.

Meski demikian, sama halnya dengan media yang lainnya, Facebook juga dapat menimbulkan hal-hal yang negatif, seperti efek adiktifnya yang mengakibatkan kita lupa pada waktu kerja, beribadah, makan, dan istirahat, dan tentunya juga adalah ancaman dari virus.

Dari uraian di atas, bisa kita simpulkan bahwa Facebook adalah situs yang fungsinya sama dengan media atau alat komunikasi lainnya, seperti televisi, radio, majalah, surat kabar, handphone, dan sebagainya. Dia bisa menjadi media yang bermanfaat pada saat digunakan untuk hal-hal yang positif, sebaliknya dia juga bisa menjadi media yang membawa bencana apabila digunakan untuk tujuan yang buruk.

Ilustrasi lainnya, Facebook bisa kita ibaratkan dengan pisau. Pisau akan berfungsi sebagai pemotong daging atau bawang ketika berada di tangan seorang yang berniat memasak, sebaliknya pisau akan berfungsi sebagai pembunuh apabila berada di tangan orang yang berniat membunuh. Kesimpulannya Facebook hanya alat untuk melakukan sesuatu, baik atau buruk, yang menentukan bukan alat itu (benda mati) akan tetapi pemakainya (operator).

Dengan demikian apabila Facebook hukumnya haram, maka kita juga wajib mengharamkan media lainnya seperti televisi, radio, majalah, surat kabar, handphone, yang fungsinya kurang-lebih sama dengan Facebook, bahkan menggunakan pisau pun hukumnya haram.

Meski demikian, kita juga tidak perlu menyalahkan saudara-saudara kita di FMP3 itu, konon kabarnya mereka sebenarnya mengharamkan facebook jika digunakan secara berlebihan (Nah lho?!), namun jika tidak digunakan secara berlebihan, boleh-boleh saja.

Demikianlah, semoga bermanfaat untuk mengakhiri polemik yang berkepanjangan mengenai Facebook, akan lebih bermanfaat kiranya apabila waktu, pikiran, dan tenaga kita gunakan untuk hal-hal lainnya yang lebih urgen daripada berpolemik lagi mengenai haram-tidaknya Facebook.

Selasa, 12 Mei 2009

Obsesi

Banyak orang punya obsesi. Selain terobsesi menjadi artis atau selebriti, ada juga yang terobsesi ingin menjadi presiden, menteri, gubernur, walikota, bupati, dirjen, kepala kantor, dan masih banyak lagi. Bahkan tidak sedikit pula orang yang mempunyai obsesi yang tidak lazim, seperti misalnya obsesi ingin punya banyak istri, ada juga pengusaha yang terobsesi memperistri artis atau anak di bawah umur, terobsesi mengoleksi mobil-mobil mewah sementara di lingkungan sekitarnya masih banyak orang yang untuk memenuhi kebutuhan pokoknya pun masih susah, dan sebagainya.

Tidak jarang untuk menggapai obsesinya itu, setiap orang akan rela melakukan dan mengorbankan apa saja yang dimilikinya, tidak saja waktu, tenaga dan harta, tapi juga mengorbankan martabat atau harga dirinya. Entah sudah berapa banyak anak gadis yang rela menyerahkan tubuhnya kepada lelaki hidung belang hanya untuk sebuah obsesi menjadi artis atau sekedar figuran dalam film atau sinetron. Berapa banyak caleg yang mengeluarkan uang miliaran rupiah demi sebuah obsesi menjadi anggota DPR yang terhormat, bahkan ada seorang calon bupati yang akhirnya stres dan gila karena gagal menjadi bupati, sementara semua hartanya telah habis digunakan untuk tujuan itu, dan masih banyak lagi cerita-cerita memilukan karena obsesi.

Fenomena obsesi ini juga dimanfaatkan dengan baik oleh sutradara film iklan sebuah produk rokok, dengan mengambil tema berbagai macam obsesi orang yang dikemas dalam komedi situasi. Dalam sebuah adegan, seorang mahasiswa yang terobsesi menjadi selebriti, secara tiba-tiba merebut buku catatan teman kuliahnya dan langsung membubuhkan tanda tangannya di buku temannya itu, layaknya seorang artis yang membubuhkan tanda tangan di buku penggemarnya. Ada juga seorang pria muda yang terobsesi menjadi sutradara, mendatangi dua orang yang sedang bertengkar dan langsung menyuruh mereka berhenti bertengkar, lalu mengoreksi dan mengajari mereka akting layaknya seorang sutradara.

Sebenarnya terobsesi akan sesuatu adalah hal yang wajar dan bisa dimaklumi, sepanjang dia realistis dan menyadari kapasitas dan potensinya. Istilah Obsesi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah gangguan jiwa berupa pikiran yang selalu menggoda seseorang dan sangat sukar dihilangkan. Sedangkan dalam Kamus Inggris-Indonesia yang disusun oleh John M. Echols dan Hassan Shadily, kata obsession diartikan sebagai godaan, gangguan pikiran atau kesurupan. Jadi bisa disimpulkan bahwa orang yang terobsesi adalah sama dengan orang yang sedang mengalami gangguan jiwa atau kesurupan. Oleh karenanya obsesi tidak dapat disamakan dengan cita-cita atau harapan, namun cita-cita atau harapan yang berlebihan atau tidak sesuai dengan kemampuan dan tidak realistis dapat dikategorikan sebagai obsesi semata.

Selasa, 05 Mei 2009

Trend Flu Babi


Ternyata bukan hanya mode pakaian atau teknologi informasi yang terus berkembang mengikuti perkembangan zaman, penyakit juga demikian. Dulu dunia digegerkan oleh kehadiran virus HIV AIDS yang telah menimbulkan banyak korban jiwa, lalu ada SARS, lalu flu burung, kini telah muncul lagi wabah baru yang sedang trend yakni Flu babi (Swine Influenza).

Penyakit flu babi yang disebabkan oleh virus H1N1 ini bahkan lebih ganas daripada flu burung. Hanya dalam tempo dua minggu, virus ini telah menimbulkan korban 150 orang di Meksiko. Hingga kini telah ditemukan sekitar 2.500 kasus dengan korban tewas 159 orang. Kecepatan penyebarannya juga luar biasa, dalam satu hari saja, virus ini telah merambah ke dua negara. Amerika Serikat, salah satu negara tetangga terdekat Meksiko merupakan negara kedua dengan korban terbesar hingga saat ini. Virus ini diduga juga telah menyebar ke negara-negara Eropa dan Asia.

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.

Gejala klinis yang dialami oleh penderita, umumnya sama dengan gejala flu pada umumnya, demam, batuk pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, sesak napas, hingga akhirnya mual, muntah, dan diare.

Hingga saat ini, selain Meksiko dan Amerika Serikat, virus flu babi ini telah merambah ke Kanada, Spanyol, dan Selandia Baru. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan antisipasi dalam mencegah masuknya virus flu babi ini, seperti pelarangan impor babi untuk sementara, pemasangan thermoscanner atau alat pemindai panas di sepuluh bandara internasional, travel warning ke Meksiko, dan pengawasan peternakan babi yang tersebar di seluruh Indonesia. WHO juga menekankan bahwa yang harus diwaspadai justru penularan virus ini antar manusia. Sebagian pengidap di Amerika, Spanyol, dan Selandia Baru, terbukti tak bersentuhan dengan babi.

Adapun antisipasi yang bisa kita lakukan secara pribadi agar diri kita dan keluarga tidak terkena virus mematikan ini antara lain adalah menghindari kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi virus flu babi ini, menghindari kontak dengan penderitanya, minum tamiflu yang direkomendasikan oleh WHO, dan yang tidak kalah pentingnya tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat, dengan kondisi tubuh yang sehat, sistem kekebalan tubuh manusia akan mampu menangkal virus apapun, sebaliknya kondisi tubuh yang lemah akan rentan akan virus apapun. Antisipasi lain tentunya adalah jangan bergaul dengan babi.

(dari berbagai sumber)