Minggu, 22 Februari 2009

Si Dukun Cilik, Ponari


Ponari, nama yang begitu populer saat ini. Hanya dengan batu ajaibnya yang konon bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit, anak seorang petani miskin berusia sepuluh tahun itu, mampu menjadi magnit bagi ribuan orang untuk datang dan mengharapkan kesembuhan darinya.

Alkisah, pada suatu hari di Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, ketika sedang bermain dengan teman-temannya, Ponari tersambar petir dan disaat yang sama menemukan sebuah batu, batu yang kemudian diyakini mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, hanya dengan meminum atau mengusap dengan menggunakan air yang telah dicelupkan dengan tangan Ponari yang menggenggam batu ajaib itu.

Begitulah, sebulan sudah, sejak pagi hingga malam setiap harinya, Ponari dengan mencelupkan batu ajaibnya menggunakan tangan, melayani ribuan orang yang rela mengantri di sepanjang jalan menuju tempatnya membuka praktik pengobatan. Seorang anak lugu yang masih duduk di kelas tiga sekolah dasar itu telah menjelma menjadi dukun cilik yang fenomenal.

Pertanyaannya sekarang, benarkan batu ajaib Ponari itu bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit? Menurut para psikolog, kalaupun ada pasien Ponari yang sembuh, itu bukan karena kesaktian batunya itu, akan tetapi tidak lebih dari efek sugesti yang dialami oleh pasiennya.
Apapun pendapat banyak orang, sesungguhnya fenomena Ponari itu dapat kita lihat dan sikapi dalam berbagai aspek, baik ekonomi, sosial, agama, budaya, dan tentunya pelayanan kesehatan.

Dari sudut pandang ekonomi dan sosial, niat tulus Ponari untuk mengobati banyak orang tanpa mengharapkan pamrih, justru telah menciptakan lapangan kerja baru bagi warga di desanya. Betapa tidak, akibat begitu banyaknya orang yang datang setiap harinya, telah menimbulkan inisiatif warga setempat untuk membentuk panitia yang bertugas mengatur antrian, membagi-bagikan kupon, hingga mengatur parkir. Kabarnya ada lebih dari seratus orang yang dilibatkan secara langsung sebagai panitia, dengan pendapatan per orang Rp 40.000 setiap harinya. Di tengah krisis ekonomi dan banyaknya pengangguran, kehadiran Ponari telah menjadi berkah buat banyak orang.

Dari sudut pandang agama dan budaya, pengobatan alternatif ala Ponari adalah hal yang sudah lazim di negeri ini. Sebagian orang tidak pernah lepas dari hal-hal yang berbau supranatural dan klenik. Lihat saja, ketika praktik pengobatan Ponari sempat ditutup oleh aparat, para pengunjung atau pasiennya tetap datang ke tempat Ponari dan melakukan hal-hal yang sangat tidak bisa diterima oleh akal sehat. Puluhan orang pengunjungnya tanpa rasa jijik sekalipun, berinisiatif untuk menampung dan meminum air selokan yang berasal dari tempat mandi Ponari yang mereka yakini mempunyai khasiat yang sama dengan air hasil celupan tangan dan batu ajaibnya. Hal yang membuat Majelis Ulama setempat telah mengeluarkan fatwa bahwa pengobatan Ponari sudah mengarah ke pengkultusan individu dan perbuatan syirik yang sangat diharamkan dalam agama Islam.

Dari sudut pandang pelayanan kesehatan, fenomena ribuan orang yang datang mengharapkan kesembuhan pada pengobatan Ponari tersebut adalah cerminan ketidakmampuan instansi kesehatan setempat untuk memberikan pelayanan kesehatan yang memadai dan murah untuk rakyatnya.

Fenomena Ponari tersebut, tidak hanya terjadi di Jombang, tapi juga terjadi di banyak daerah di negeri ini. Kita sering mendengar atau membaca cerita pilu di media massa, banyak orang sakit yang berasal dari keluarga miskin, terpaksa harus mengurut dada dan pulang ke rumah setelah ditolak oleh pihak rumah sakit karena tidak mampu membayar uang jaminan. Kita juga masih sering mendengar keluhan mengenai harga obat-obatan yang mahal. Fakta tersebut semestinya menjadi bahan refleksi bagi pemerintah untuk intropeksi diri dan memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik kepada rakyat. Semoga.

2 komentar:

Liza Marthoenis mengatakan...

wah wah,..hebat juga dukun ponari itu,..Yupz, memang benar, akibat pelayanan lesehatan yang kurang memadai dan tradisi masyarakat kita yang masih snagt percaya pada hal2 yang berbau mistis jadinya kejadian aneh itu sudah lumrah

Fly^Pucino mengatakan...

Iki tetangga kampung... Gak nyangka ponari bakal setenar ini. hehehhe...